Cara Mengganti Bash Shell Dengan ZSH Sebagai Default Shell di Linux

- November 26, 2019
NOTE : Artikel ini sebelumnya sudah dipublikasikan di blog www.dodiventuraz.net dengan judul yang sama, namun karena blog tersebut akan saya fokuskan untuk membahas materi Computer Networking, maka beberapa artikel saya migrasi ke blog ini.

Tutorial Cara Install ZSH Shell di Linux - Secara default jenis shell yang digunakan pada terminal linux saat ini yaitu Bourne Again Shell (Bash) Shell. Selain karena powerfull, bash shell juga banyak digunakan oleh mayoritas pengguna linux sehingga dukungan terhadap shell jenis ini sangat banyak, pertanyaannya adakah shell selain bash shell yang lebih powerfull dan menarik? Jawabannya tentu saja ada, disini saya akan membahas mengenai ZSH (Z Shell). Apa itu ZSH dan bagaimana cara install serta cara mengganti bash shell ke ZSH sebagai default shell di terminal linux.

Z Shell atau lebih dikenal sebagai Zsh adalah salah satu shell populer di kalangan pengguna GNU/Linux, dikatakan populer karena Zsh memiliki kelebihan dibandingkan dengan bash shell, salah satunya yaitu adanya fitur cd autocomplete, yaitu fitur ketika kita mengetikkan perintah cd dan menekan tombol tab, maka direktori yang ada akan autocomplete, tekan lagi tab maka direktorinya beda lagi, begitu seterusnya sampai kamu menemukan direktori yang dimaksud.

Cara Install ZSH di Ubuntu dan Linux Mint

Sudah pahamkan apa itu Zsh shell? Sekarang silahkan kamu buka terminal linux ikuti langkah-langkah berikut untuk menginstall-nya.

$ sudo apt-get update
$ sudo apt-get install zsh

Jika sudah selesai diinstall, tahap selanjutnya kita harus mengganti default shell dari bash ke zsh, jangan lupa juga untuk me-reboot komputer agar penggantian shell bisa dieksekusi oleh sistem linux.

$ chsh -s /bin/zsh
$ sudo chsh -s /bin/zsh
$ sudo reboot

Perlu diingat, perintnah chsh di atas harus dijalankan 2 kali, yaitu chsh -s /bin/zsh dan yang kedua dengan menggunakan sudo, fungsinya yaitu agar ketika kamu masuk ke mode superuser (root), shell yang aktif juga yaitu shell Zsh.

Kalau komputer sudah selesai reboot, sekarang kamu buka kembali terminal linuxnya, kalau menggunakan bash shell promptnya akan terlihat seperti ini.

dodi-venturaz@linuxmint~$

Tapi ketika kamu beralih menggunakan Zsh shell, maka prompt yang ditampilkan akan seperti ini.

linuxmint% 

Hanya ada hostname dan tanda percent (%) saja. Tapi jangan kuatir karena nantinya akan kita modifikasi biar lebih keren lagi.

Oh ya, untuk mengetahui jenis shell yang aktif bisa dicheck menggunakan perintah.

$ echo $SHELL

Cara Mengubah Theme ZSH Shell di Linux

Agar tampilannya jadi lebih keren, kita bisa install theme khusus untuk mempercantik tampilan prompt pada Zsh shell. Untuk menginstall theme, kita harus menginstall Git terlebih dulu, kemudian setelah itu kita download theme package yang tersimpan di repository github dengan perintah git, jalankan perintah-perintah berikut di terminal satu-persatu.

$ sudo apt-get install git
$ git clone git://github.com/robbyrussell/oh-my-zsh.git ~/.oh-my-zsh
$ cp ~/.oh-my-zsh/templates/zshrc.zsh-template ~/.zshrc

Selanjutnya kita buka file .zshrc menggunakan teks editor seperti gedit, nano, leafpad atau teks editor lainnya.

$ gedit .zshrc

Kalau sudah terbuka file .zshrc-nya sekarang cari script berikut.

# time that oh-my-zsh is loaded.
ZSH_THEME="funky"

Saya menggunakan theme "funky" untuk interface promptnya, kamu bisa mengganti dengan theme yang lain dengan melihat daftar theme di situs github https://github.com/robbyrussell/oh-my-zsh/wiki/Themes.

Agar thema yang sudah diinstall dapat berjalan ketika kamu masuk ke mode superuser (root), kamu perlu men-copy file-file berikut ke direktory /root.

$ sudo cp .zcompdump /root/
$ sudo cp .zcompdump-Linuxmint-5.0.2 /root/
$ sudo cp .zsh_history /root/
$ sudo cp .zshrc /root/
$ sudo cp .zsh-update /root

Jika file-file di atas sudah dicopy ke direktori /root, tahap terakhir yaitu kamu harus men-copy folder ~/.oh-my-zsh ke direktory /root juga, caranya ketikkan perintah berikut di terminal.

$ sudo cp -r ~/.oh-my-zsh /root/
Sampai tahap ini kita sudah selesai menginstall dan mengganti default shell dari bash shell ke zsh, kalau langkah demi langkah berjalan dengan lancar tanpa ada kendala, maka prompt di terminal linux kamu akan terlihat seperti ini.
Mengganti Bash Dengan ZSH Sebagai Default Shell di Linux
Perbedaan lainnya antara bash shell dan zsh yaitu kalau kamu menggunakan bash shell dan ingin memodifikasi tampilan prompt di terminal, maka kamu harus mengedit bahkan menimpa isi file yang ada di dalam .bashrc secara keseluruhan.

Sedangkan kalau kamu menggunakan zsh, maka kamu cukup mengganti baris ZSH_THEME="funky" di dalam file .zshrc sesuai dengan theme yang kamu inginkan, jadinya lebih simple kalau kamu mau modif-modif tampilan promptnya. Keren kan?

Baca juga :
Cara Install Bash Powerline di Terminal Linux
Cara Install dan Menggunakan Tmux di Ubuntu/Linux Mint

Itulah langkah-langkah cara install ZSH dan mengganti default shell dari bash shell menjadi ZSH shell di terminal Linux, semoga bermanfaat dan terimakasih.
Advertisement
 

Start typing and press Enter to search